KESALAHAN YANG TIDAK DISADARI ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK

APAKAH KITA TERMASUK ?

Mendidik anak berbeda dengan membesarkan anak. Dalam puisi Khalil Gibran berbunyi salah satu syair “anakmu bukanlah milikmu, mereka adalah putra-putri sang hidup”. Dari dua bait tersebut, tersirat sangat dalam bahwa anak adalah titipan dan amanat yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kita.

Merawat sejak lahir kemudian mendidik sampai dewasa hingga akhirnya memiliki jalan hidup masing-masing. Merupakan fase yang sangat panjang. Namun akan segera berakhir ketika anak dewasa nanti. Sebagai orang tua yang berbeda zaman dan generasi dengan anak. Tidak ada salahnya kita berpikir luas dalam mendidik anak, karena dalam generasi berbeda akan mengalami pola asuh yang sangat berbeda pula.

Digenerasi saat ini kita sebagai orang tua dituntut untuk lebih banyak belajar dalam mendidik. Kemudahan yang diberikan saat ini membuat kita semakin mudah dan hemat dalam belajar mendidik anak. Sebenarnya, anak merupakan guru terbaik orang tua dari anaklah kita belajar berbagai hal tentang tumbuh kembang yang awalnya tidak kita ketahui.

Perbedaan mendidik dan membesarkan dapat dilihat dari cara pandang berbagai sudut. Jika membesarkan cukup saja diberi nasi dan makanan yang sehat, namun jika mendidik itu mudah-mudah sulit, apalagi banyak pengaruh di zaman sekarang. Seringkali kesalahan dalam mendidik anak tidak disadari oleh orang tua karena orang tua sendiri dibesarkan dengan cara seperti itu, jadi hal-hal tersebut terjadi pada anak kita. Menjadi hal yang biasa dan tidak disadari bahwa itu salah. Mendidik anak dengan baik dan konsisten memang menjadi tugas menantang bagi orang tua. Walaupun begitu hal tersebut menjadi hal yang mustahil.

            Anak yang tumbuh besar dengan kasih sayang dan dukungan positif orang tua akan menjadi anak yang positif. Maka dari itu tunjukan rasa cinta, empati, kehangatan dan perhatian pada anak dan apa saja kesalahan yang perlu kita hindari dalam mendidik anak, berikut ulasannya.

1. SERING MEMBENTAK ANAK DENGAN KATA-KATA KASAR SUMPAH SERAPAH, MAKIAN HINGGA KUTUKAN PADA ANAK

Kata-kata atau kalimat yang telah keluar dari orang tua itu bagaikan doa bagi anak-anaknya. Baik itu kata-kata baik maupun tidak. Jadi hati-hati dengan apa yang kita ucapkan kepada anak, apalagi sesuatu yang diucapkan ketika sedang emosi. Janganlah melakukan ini pada anak bagaimanapun juga nasehatilah anak dengan baik. Jangan sampai anak-anak kita meniru kata-kata kita dimasa depan nanti.

2. SERING MEMBANDING-BANDINGKAN ANAK, BAIK DENGAN SAUDARA SENDIRI MAPUN ANAK LAIN

Dengan membandingkan anak terus menerus akan membuat anak menjadi beranggapan bahwa dirinya selalu tidak cukup dimata oranmg tua. Hal tersebut akan membat anak semakin minder dan kurang percaya diri.

3. MEMARAHI DAN MEMBENTAK ANAK DI DEPAN UMUM

Memarahi dan membentak anak di depan umum akan membuat anak-anak merasa malu. Karena hal ini akan membuat tampak merasa bodoh. Jika hal ini terjadi, anak akan merasa kehilangan harga dirinya.

4. ‘MENYETIR’ HIDUP ANAK

Orang tua tidak mengijinkan anak untuk melakukan sesuatu yang anak suka, dengan alasan bahwa orang tua lebih tau yang terbaik untuk anak . segala sesuatu dalam hidup anak sudah diatur oleh orang tua. Dalam hal ini akan membuat anak stres dan bahkan deperesi karena anak kurang bisa mewujudkan keinginannya sendiri. Jika keinginan tersebut menurut kita kurang baik, coba kita beri arahan lebih lanjut selagi kita bisa.

5. SELALU MENUNTUT ANAK UNTUK MENDAPATKAN NILAI TERBAIK DAN TIDAK MENTOLELIR KEGAGALAN

Anak memiliki tingkat kecerdasan dan kemampuan masing-masing. Dalam hal kehidupan kegagalan merupakan fase terpenting dalam penyelesaian masalah, maka dari itu kegagalan merupakan hal yang yang wajar terjadi dalam setiap hidup manusia. Kemampuan yang dimiliki oleh anak tidaak semuanya sama dan pasti istimewa. Mengapa istimewa ? karena setiap hal yang dia miliki merupakan pemberian dari Allah SWT yang perlu kita apresiasi. Ada anak yang dia suka menangis dalam menyelesaikan maslahnya, hal tersebut merupakan istimewa, karena menangis merupakan ekspresi yang dimiliki oleh manusia dan tidak semua manusia dapat mengekspresinkan hal tersebut dalam dirinya. Orang tua bijak akan memberikan ruang untuk anak melakukan kesalahan dan membiarkan mereka belajar dari kegagalan yang pernah dialaminya. Karena menyadari pentingnya kegagalan untuk mendidik anak lebih kuat dan sabar. Akan tetapi orangtua yang salah pola asuh didiknya akan menerapkan cara perfeksionis dimana anak tidak boleh gagal sekalipun.

6. JARANG BERINTERAKSI DAN BERKOMUNIKASI DENGAN ANAK

Hanya karena memenuhi kebutuhan pokok anak dan tidak pernah mengajak anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi. Orang tua tdiak berusaha untuk mengenal anak lebih dekat lagi, seperti apa yang anak sukai, kegiatan apa yang mereka lakukan atau siapa teman dekat mereka dan apa pelajaran kesukaan anak.

Surabaya, 20 Januari 2021

Karya: Ustadzah Khirma Kalimatus S.

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on email
Email
Share on print
Print

Berita Terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terbaru:

GENERASI MUDA

karya: Azzahra Alma Luna (VIII-B) Pemuda adalah harapan masa depan

Di Ujung Labirin

Ia meneguk minumannya  pelan  sambil memandang keluar jendela kamarnya. Tiupan